Pernikahan Adat Tionghoa yang Kaya Tradisi
Saturday, 24 Aug 2024

Pernikahan Adat Tionghoa yang Kaya Tradisi

Pernikahan adat Tionghoa adalah perayaan yang sarat dengan tradisi, simbolisme, dan nilai-nilai leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tahapan dalam prosesi pernikahan adat ini memiliki makna mendalam yang mencerminkan harapan akan kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuburan bagi pasangan yang menikah. Meskipun banyak pasangan Tionghoa modern yang memilih elemen-elemen pernikahan kontemporer, unsur-unsur tradisi tetap memiliki tempat penting dalam upacara pernikahan. Artikel ini akan mengulas tahapan utama dalam pernikahan adat Tionghoa dan makna di balik setiap prosesi.

Lamaran dan Pertunangan (Guo Da Li)

Tahapan awal dalam pernikahan adat Tionghoa dimulai dengan proses lamaran dan pertunangan yang dikenal sebagai Guo Da Li. Dalam tradisi ini, keluarga calon pengantin pria mengunjungi keluarga calon pengantin wanita untuk secara resmi melamar. Mereka membawa berbagai hadiah simbolis, seperti angpao (amplop merah berisi uang), kue-kue tradisional, buah-buahan, dan barang-barang lain yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.

Keluarga pengantin wanita kemudian akan membalas dengan memberikan hadiah sebagai tanda persetujuan dan penerimaan lamaran. Guo Da Li menandai kesepakatan antara kedua keluarga untuk menyatukan anak-anak mereka dalam ikatan pernikahan, dan juga dianggap sebagai restu dari para leluhur.

Melakukan Persiapan

Persiapan yang dimaksud disini adalah seperti memilih hari baik, merancang undangan hingga mempersiapkan tempat tidur untuk calon pengantin. Saat pemilihan hari baik, yang berperan pada prosesi ini adalah pakar feng shui untuk menghitung tanggal lahir kedua calon pengantin. Hitung-hitungan hari ini menjadi penting karena dipercaya akan berpengaruh pada kehidupan pernikahan calon pengantin.

Setelah dapat hari baik untuk menikah maka disepakatilah hari pernikahan. Lalu mulailah merancang undangan. Hal paling penting ketika merancang undangan adalah nuansa merah dan emas yang dilengkapi dengan aksara Tionghoa simbol kebahagiaan. Selanjutnya Anda bisa menyiapkan tempat tidur untuk calon pengantin.

Biasanya prosesi ini dilakukan dua atau tiga hari sebelum pernikahan. Adapun yang mempersiapkan tempat tidurnya adalah keluarga dari calon mempelai wanita. Seprai, sarung bantal, selimut haruslah berwarna merah. Di dalam kamar juga harus disediakan buah-buahan yang merupakan simbol dari kesuburan. Meski dipersiapkan beberapa hari sebelum pernikahan, tempat tidur ini tidak boleh digunakan oleh siapapun kecuali kedua mempelai yang sudah resmi menjadi suami-istri.

Tradisi Menyisir Rambut

Prosesi ini dilakukan semalam sebelum hari pernikahan yang merupakan simbol bahwa kedua calon mempelai akan memasuki tahap dewasa. Diawali dengan mandi menggunakan air jeruk lalu menggunakan pakaian berwarna merah serta sendal yang baru. Untuk calon mempelai wanita, duduk di depan cermin atau jendela, sedangkan calon mempelai pria duduk menghadap ke bagian dalam rumah. Adapun kedua orang tua harus mempersiapkan sepasang lilin lancip merah, gunting, satu dupa, penggaris kayu, sisir rambut, benang merah dan daun cemara.

Orang tua masing-masing akan menyiapkan sepasang lilin lancip merah dan gunting, satu dupa, penggaris kayu, sisir rambut, dan benang merah dengan daun cemara. Lalu ditunjuklah seorang wanita untuk menyalakan satu batang dupa, sepasang lilin lancip merah serta memulai ritual menyisir rambut. Sambil menyisir rambut, wanita ini akan membaca doa-doa berkah untuk calon pengantin.

Tradisi Baju Pengantin Berwarna Merah dan Emas

Warna merah yang menjadi simbol cinta, kebahagiaan, kemakmuran, keberuntungan, kesuburan, kesetiaan, dan kehormatan ini wajib ada di baju pengantin. Serta warna emas yang menjadi simbol kekayaan juga wajib ditambahkan untuk keberuntungan para pengantin. Kedua warna ini kemudian diikat dengan dua aksara Tionghoa yang berarti double joy atau kebahagiaan berlipat ganda.

Penjemputan Pengantin (Jie Hun)

Salah satu prosesi penting dalam pernikahan adat Tionghoa adalah Jie Hun, atau penjemputan pengantin wanita oleh keluarga pengantin pria. Pada hari pernikahan, pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa hadiah tambahan, seperti angpao dan buah-buahan. Pengantin pria biasanya ditemani oleh rombongan keluarga dan teman-teman dekat.

Setibanya di rumah pengantin wanita, pengantin pria harus melewati serangkaian tantangan atau permainan yang dikenal sebagai Door Games. Tantangan ini diatur oleh teman-teman pengantin wanita dan dimaksudkan untuk menguji kesungguhan pengantin pria. Setelah berhasil melewati tantangan, pengantin pria diperbolehkan masuk dan bertemu dengan pengantin wanita.

Pengantin wanita kemudian dijemput dan dibawa ke rumah pengantin pria. Selama perjalanan, berbagai simbol keberuntungan, seperti biji-bijian dan beras, sering kali ditaburkan untuk mendoakan kelimpahan dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga yang baru.

Upacara Minum Teh atau Tea Pai (Jing Cha)

Jing Cha, atau upacara minum teh, adalah prosesi penting yang dilakukan untuk menghormati orang tua dan leluhur kedua mempelai. Dalam upacara ini, kedua mempelai menyajikan teh kepada orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua sebagai tanda bakti dan penghormatan. Sebagai balasan, mereka menerima restu, nasihat, dan angpao dari para orang tua dan kerabat.

Teh yang digunakan dalam upacara ini biasanya dicampur dengan bahan-bahan seperti kurma merah dan biji teratai, yang melambangkan harapan akan kesuburan dan kebahagiaan. Upacara minum teh tidak hanya mempererat hubungan antara kedua keluarga, tetapi juga menandai persatuan mereka sebagai satu keluarga besar.

Perayaan Pernikahan (Xi Jiu)

Setelah prosesi adat selesai, acara pernikahan biasanya dilanjutkan dengan Xi Jiu, atau resepsi pernikahan. Resepsi ini merupakan perayaan besar di mana keluarga, teman, dan kerabat berkumpul untuk merayakan pernikahan kedua mempelai. Acara ini biasanya diadakan di restoran atau gedung yang dihias dengan warna merah dan emas, simbol keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa.

Selama resepsi, para tamu menyampaikan ucapan selamat dan memberikan angpao sebagai hadiah pernikahan. Resepsi pernikahan Tionghoa juga sering kali dimeriahkan dengan hiburan tradisional, seperti tarian singa atau barongsai, yang menambah keceriaan dan keberuntungan bagi pasangan pengantin.

Pendapat Penulis

Pernikahan adat Tionghoa adalah rangkaian prosesi yang kaya akan makna dan tradisi. Setiap tahapan dalam pernikahan ini mencerminkan harapan akan kehidupan yang bahagia, sejahtera, dan penuh berkah bagi pasangan pengantin. Meskipun zaman terus berkembang, menjaga dan melestarikan tradisi pernikahan ini adalah cara untuk menghormati leluhur dan memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dalam generasi berikutnya. Bagi pasangan yang akan menikah, melaksanakan pernikahan dengan adat Tionghoa adalah cara yang indah untuk memulai babak baru kehidupan dengan keberuntungan dan kebahagiaan.

Acara pernikahan identik dengan souvenir pernikahan yang lucu, estetik hingga elegan. Acara tak akan lengkap tanpa souvenir untuk para tamu undangan. Anda bisa mendapatkan souvenir mewah berkualitas hanya di Trikarta. Di Trikarta, kami menawarkan rangkaian produk unik yang mencakup souvenir dan undangan eksklusif. Setiap item dipilih dengan cermat untuk memastikan keindahan dan kualitas. Kami berdedikasi untuk membantu Anda merayakan momen spesial dengan cara yang tak terlupakan. Dari desain yang klasik hingga modern, kami menyediakan solusi yang sempurna untuk kebutuhan acara Anda.

Sumber: bridestory

Tunggu Apa Lagi? Hubungi Trikarta Sekarang untuk Dapatkan Souvenir dan Undangan Custom dengan Harga Mulai Dari 10 Ribuan!

Hubungi kami untuk konsultasikan souvenir impian yang sesuai dengan budget Anda. Tim profesional kami siap membantu dengan senang hati.